KEAJAIBAN AIR PUTIH YANG DIDOAKAN
Oleh : Intan Palupi
Air
sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup di bumi ini. Bisa jadi orang akan dapat
hidup selama seminggu tanpa makan, tapi ia tidak akan hidup lebih dari dua hari
tanpa air. Kebanyakan
orang menganggap doa yang dipanjatkan sehabis shalat hanya bisa ditujukan untuk
memohon sesuatu dan untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan untuk memperoleh
kebahagiaan dunia akhirat.
Pada
umumnya, orang menganggap air putih dan doa mempunyai manfaat tersendiri
sehingga mereka melakukan keduanya secara terpisah. Padahal, air dan doa
memiliki kekuatan yang besar dalam penyembuhan penyakit. Jika terapi air putih
dan terapi doa dijalankan secara bersamaan, harmonisasi keduanya akan menjadi
kekuatan luar biasa dalam penyembuhan penyakit.
Untuk menjalani kehidupan sehari-hari, makhluk hidup tidak
akan terlepas dari air. Air bagi makhluk hidup adalah sumber kehidupan, seperti
yang tertera pada ayat berikut :
“Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan
langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia
menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena
itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, pada hal kamu
mengetahui” QS. al-Baqarah (2) : 22
Air, pada
umumnya kita anggap sebagai benda mati. Tak ada sesuatu yang istimewa pada air.
Akibatnya, air yang berlimpah dipandang sebagai sesuatu yang lumrah, bukan
sebagai anugerah dari Allah SWT yang patut disyukuri.
Dr. Masaru
Emoto dari Universitas Yokohama Jepang membuka pandangan baru bagi kita untuk
lebih menghargai air dan keampuhannya dalam mengobati penyakit. Dr. Masaru
memulai penelitiannya karena dorongan dari sahabatnya yang menggunakan air
sebagai terapi untuk mengobati kakinya yang sakit. Dan ajaib, hanya dengan
meminum air putih tersebut penyakitnya bisa hilang.
Dr. Masaru
Emoto mengawali penelitiannya dengan menemukan gambaran kristal air melalui
teknik fotografi. Mula-mula beberapa tetes air dibekukan pada suhu tertentu
(hal ini karena kristal air hanya bisa dilihat pada kondisi beku), kemudian
dilihat dengan mikroskop electron yang bisa diperbesar hingga 200-500kali dan
diambil gambarnya dengan kamera yang berkecepatan tinggi. Dengan menggunakan
berbagai sample air dari beragam asal (sungai, sumur, hujan, danau dll)
ditemukan suatu kesimpulan bahwa tak ada kristal air yang kembar identik.
Selain itu, kristal air hanya bisa ditemukan dari air alami atau air yang belum
diolah dan diberikan bahan tambahan apapun.
Pada penelitian
berikutnya, ia memberikan sugesti yang berbeda pada air sample yang berbeda
pula. Apakah akan berubah bentuk kristal airnya. Ternyata, ada perbedaan bentuk
kristal air yang mencolok sesuai dengan sugesti yang diberikan. Air yang
disugesti kata-kata yang baik seperti cinta dan terima kasih, berkristal sangat
indah dan menarik melebihi keindahan kristal yang tidak disugesti.
Hal yang
sama terjadi pada air yang dibacakan doa, dan air yang diperdengarkan musik
lembut seperti Mozart, ternyata juga mempunyai kristal air yang sangat indah.
Lain halnya dengan kristal air yang diucapkan kata-kata buruk, atau
diperdengarkan music yang keras (heavy metal), semua teksturnya menjadi kurang
baik dan tidak beraturan.
Penemuan
tentang kristal air yang berubah berdasarkan atas sugesti tersebut yang
meyakinkan kita bahwa air bukanlah benda mati. Ia dapat memahami maksud dari
kata yang diucapkan dan kemudian membawa maknanya ke dalam dirinya. Air
mengenali kata tidak hanya sebagai suara dan tulisan tetapi air dapat memahami
makna kata tersebut dengan mengubah bentuk kristalnya.
Penemuan
tersebut juga mendasari munculnya terapi air putih sebagai pengobatan
alternative terhadap berbagai penyakit. Air
mampu mengobati penyakit karena didalam air terdapat hado, semacam energy yang menempel pada suatu benda. Kualitas hado
air ini ternyata berbanding dengan tekstur kristalnya. Semakin indah bentuknya,
semakin ampuh untuk mengobati penyakit.
Oleh sebab
itu, air yang mengandung khasiat menyembuhkan penyakit bukan karena kekuatan
yang dikandungnya, melainkan karena pengaruh daya pandang dan pikiran manusia
yang membuat air itu berkhasiat luar biasa.
Cara
pandang dan sugesti bahwa tubuh kita akan sembuh diaplikasikan melalui doa
dalam terapi air putih. Doa sebagai kekuatan penyembuh penyakit sesuai dengan
sabda Rasulullah SAW berikut :
“Tolaklah datangnya
kesulitan (bala) dengan doa, sesungguhnya doa itu memberi manfaat terhadap apa
yang telah terjadi dan apa yang belum terjad. Apabila bala’ yang telah terjadi,
doa akan menyingkapkannya, dan apa yang belum terjadi doa akan mengekangny. (HR. Thabrani).
Sesungguhnya, kekuatan doa dan zikirlah yang mempunyai
pengaruh kuat untuk mengubah air yang semula hanya sebagai pelepas dahaga,
berkhasiat ampuh untuk mengobati berbagai penyakit. Sehingga semakin kuat
konsentrasi pemberi pesan dalam berdoa, semakin dalam pesan tercetak di air.
Selanjutnya molekul air akan mentransfer pesan tadi ke molekul air lainnya,
mengubah bentuk kristalnya menjadi lebih indah, lalu menghasilkan hado yang semakin
kuat dan akhirnya dapat menyembuhkan penyakit.
Akan
tetapi tidak setiap air yang didoakan dapat menyembuhkan penyakit. Hal ini
berkaitan dengan keyakinan akan daya manfaat doa dan zikir. Bila suasana
batin/jiwa belum sepenuhnya yakin akan manfaat doa dan dzikir, maka terapi air
putih mungkin akan kurang berhasil. Hal ini karena bacaan doa atau dzikir hanya
berhenti pada pengucapan lisan dan belum
meresap ke dalam hati.
Oleh
karena itu, supaya doa yang dibacakan
bisa membangkitkan kekuatan penyembuhan dengan air, hal yang pertama dilakukan
adalah membenahi keyakinan. Keyakinan bahwa, atas kehendak Allah SWT dengan
perantaraan air putih , penyakit apapun bisa disembuhkan.
Kedua, doa didahului dengan menetapkan keyakinan : Allah
SWT adalah Tuhan yang Maha Esa, Maha Mendengar. Agar sampai pada keyakinan itu,
dapat diupayakan dengan membaca takbir, tahmid, tasbih dan tahlil.
Ketiga, membangun sikap dan suasana yang khusyuk (saat
berdoa tidak sambil melakukan sesuatu). Berkonsentrasi berarti pikiran dipusatkan
pada memahami bacaan doa.
Dengan
ketiga langkah tersebut, doa akan menuntun batin untuk berkeyakinan penuh,
bahwa doa yang dibacakan atas air putih akan menjadi sumber kesembuhan segala
penyakit dan menjaga kesehatan tubuh sebagai modal untuk beribadah dan mencari
rahmat Allah SWT.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar