Rabu, 10 Juni 2015

KEAJAIBAN AIR PUTIH YANG DIDOAKAN
Oleh : Intan Palupi



            Air sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup di bumi ini. Bisa jadi orang akan dapat hidup selama seminggu tanpa makan, tapi ia tidak akan hidup lebih dari dua hari tanpa air. Kebanyakan orang menganggap doa yang dipanjatkan sehabis shalat hanya bisa ditujukan untuk memohon sesuatu dan untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan untuk memperoleh kebahagiaan dunia akhirat.
Pada umumnya, orang menganggap air putih dan doa mempunyai manfaat tersendiri sehingga mereka melakukan keduanya secara terpisah. Padahal, air dan doa memiliki kekuatan yang besar dalam penyembuhan penyakit. Jika terapi air putih dan terapi doa dijalankan secara bersamaan, harmonisasi keduanya akan menjadi kekuatan luar biasa dalam penyembuhan penyakit.
Untuk menjalani kehidupan sehari-hari, makhluk hidup tidak akan terlepas dari air. Air bagi makhluk hidup adalah sumber kehidupan, seperti yang tertera pada ayat berikut :



Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, pada hal kamu mengetahui” QS. al-Baqarah (2) : 22

            Air, pada umumnya kita anggap sebagai benda mati. Tak ada sesuatu yang istimewa pada air. Akibatnya, air yang berlimpah dipandang sebagai sesuatu yang lumrah, bukan sebagai anugerah dari Allah SWT yang patut disyukuri.
            Dr. Masaru Emoto dari Universitas Yokohama Jepang membuka pandangan baru bagi kita untuk lebih menghargai air dan keampuhannya dalam mengobati penyakit. Dr. Masaru memulai penelitiannya karena dorongan dari sahabatnya yang menggunakan air sebagai terapi untuk mengobati kakinya yang sakit. Dan ajaib, hanya dengan meminum air putih tersebut penyakitnya bisa hilang.
            Dr. Masaru Emoto mengawali penelitiannya dengan menemukan gambaran kristal air melalui teknik fotografi. Mula-mula beberapa tetes air dibekukan pada suhu tertentu (hal ini karena kristal air hanya bisa dilihat pada kondisi beku), kemudian dilihat dengan mikroskop electron yang bisa diperbesar hingga 200-500kali dan diambil gambarnya dengan kamera yang berkecepatan tinggi. Dengan menggunakan berbagai sample air dari beragam asal (sungai, sumur, hujan, danau dll) ditemukan suatu kesimpulan bahwa tak ada kristal air yang kembar identik. Selain itu, kristal air hanya bisa ditemukan dari air alami atau air yang belum diolah dan diberikan bahan tambahan apapun.
            Pada penelitian berikutnya, ia memberikan sugesti yang berbeda pada air sample yang berbeda pula. Apakah akan berubah bentuk kristal airnya. Ternyata, ada perbedaan bentuk kristal air yang mencolok sesuai dengan sugesti yang diberikan. Air yang disugesti kata-kata yang baik seperti cinta dan terima kasih, berkristal sangat indah dan menarik melebihi keindahan kristal yang tidak disugesti.
            Hal yang sama terjadi pada air yang dibacakan doa, dan air yang diperdengarkan musik lembut seperti Mozart, ternyata juga mempunyai kristal air yang sangat indah. Lain halnya dengan kristal air yang diucapkan kata-kata buruk, atau diperdengarkan music yang keras (heavy metal), semua teksturnya menjadi kurang baik dan tidak beraturan.


            Penemuan tentang kristal air yang berubah berdasarkan atas sugesti tersebut yang meyakinkan kita bahwa air bukanlah benda mati. Ia dapat memahami maksud dari kata yang diucapkan dan kemudian membawa maknanya ke dalam dirinya. Air mengenali kata tidak hanya sebagai suara dan tulisan tetapi air dapat memahami makna kata tersebut dengan mengubah bentuk kristalnya.
            Penemuan tersebut juga mendasari munculnya terapi air putih sebagai pengobatan alternative terhadap  berbagai penyakit. Air mampu mengobati penyakit karena didalam air terdapat hado, semacam energy yang menempel pada suatu benda. Kualitas hado air ini ternyata berbanding dengan tekstur kristalnya. Semakin indah bentuknya, semakin ampuh untuk mengobati penyakit.
            Oleh sebab itu, air yang mengandung khasiat menyembuhkan penyakit bukan karena kekuatan yang dikandungnya, melainkan karena pengaruh daya pandang dan pikiran manusia yang membuat air itu berkhasiat luar biasa.
            Cara pandang dan sugesti bahwa tubuh kita akan sembuh diaplikasikan melalui doa dalam terapi air putih. Doa sebagai kekuatan penyembuh penyakit sesuai dengan sabda Rasulullah SAW berikut :
Tolaklah datangnya kesulitan (bala) dengan doa, sesungguhnya doa itu memberi manfaat terhadap apa yang telah terjadi dan apa yang belum terjad. Apabila bala’ yang telah terjadi, doa akan menyingkapkannya, dan apa yang belum terjadi doa akan mengekangny. (HR. Thabrani).
Sesungguhnya, kekuatan doa dan zikirlah yang mempunyai pengaruh kuat untuk mengubah air yang semula hanya sebagai pelepas dahaga, berkhasiat ampuh untuk mengobati berbagai penyakit. Sehingga semakin kuat konsentrasi pemberi pesan dalam berdoa, semakin dalam pesan tercetak di air. Selanjutnya molekul air akan mentransfer pesan tadi ke molekul air lainnya, mengubah bentuk kristalnya menjadi lebih indah, lalu menghasilkan hado yang semakin kuat dan akhirnya dapat menyembuhkan penyakit.
            Akan tetapi tidak setiap air yang didoakan dapat menyembuhkan penyakit. Hal ini berkaitan dengan keyakinan akan daya manfaat doa dan zikir. Bila suasana batin/jiwa belum sepenuhnya yakin akan manfaat doa dan dzikir, maka terapi air putih mungkin akan kurang berhasil. Hal ini karena bacaan doa atau dzikir hanya berhenti pada pengucapan lisan dan  belum meresap ke dalam hati.
            Oleh karena  itu, supaya doa yang dibacakan bisa membangkitkan kekuatan penyembuhan dengan air, hal yang pertama dilakukan adalah membenahi keyakinan. Keyakinan bahwa, atas kehendak Allah SWT dengan perantaraan air putih , penyakit apapun bisa disembuhkan.
Kedua, doa didahului dengan menetapkan keyakinan : Allah SWT adalah Tuhan yang Maha Esa, Maha Mendengar. Agar sampai pada keyakinan itu, dapat diupayakan dengan membaca takbir, tahmid, tasbih dan tahlil.
Ketiga, membangun sikap dan suasana yang khusyuk (saat berdoa tidak sambil melakukan sesuatu). Berkonsentrasi berarti pikiran dipusatkan pada memahami bacaan doa.

            Dengan ketiga langkah tersebut, doa akan menuntun batin untuk berkeyakinan penuh, bahwa doa yang dibacakan atas air putih akan menjadi sumber kesembuhan segala penyakit dan menjaga kesehatan tubuh sebagai modal untuk beribadah dan mencari rahmat Allah SWT. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar