Rabu, 10 Juni 2015

KEAJAIBAN EMBRIOLOGI DALAM ALQURAN
Oleh : Kiky Martha

Dalam alquran, Allah SWT telah berfirman mengenai embriologi atau tahap perkembangan pembentukan manusia (Quran, Al mu’minun:12-14).


Dalam memaknaai surah Al-mu’minun ayat 13, nutfah pernah diinterpretasikan sebagai sperma atau spermatozoa, namun interpretasi yang lebih mendekati fakta, nutfah merupakan zigot yang tengah membelah membentuk blastokist yang akan melekat di uterus.

Tahap selanjutnya adalah alaqah. Dalam bahasa Arab, alaqah memiliki tiga arti yaitu (1) lintah, (2) benda yang mengapung, dan (3) gumpalan darah. Jika kita membandingkan lintah dengan tahap alaqah pada embriologi, akan kita temui kesamaan seperti yang dapat dilihat pada gambar 1. Embrio pada tahap ini memperoleh nutrisi dari darah ibu, seperti halnya lintah yang mengambil nutrisi dari darah organisme lain.

Gambar 1. Ilustrasi kesamaan bentuk antara lintah dengan tahap alaqah

Arti yang kedua dari alaqah adalah benda yang mengapung. Hal ini dapat kita lihat pada gambar 2 dan gambar 3, bahwa pada tahap alaqah, embrio menggantung pada rahim ibu.
Gambar 2                                             Gambar 3
Gambar 2 dan Gambar 3 menunjukkan embrio menggantung pada rahim ibu

Arti ketiga dari alaqah adalah gumpalan darah. Gambaran embrio dan kantungnya selama tahap alaqah mirip dengan gumpalan darah. Hal ini desebabkan oleh adanya jumlah darah yang relatif besar karena pada tahap ini darah tidak bersirkulasi hingga akhir minggu ketiga. Oleh karena itu, embrio pada tahap ini nampak seperti gumpalan darah.

Gambar 4. Sistem sirkulasi embrio pada tahap alaqah

Ketiga arti dari alaqah memiliki korelasi yang kuat dengan deskripsi perkembangan embrio secara ilmiah.

Tahap selanjutnya sesuai ayat di atas adalah tahap mudghah. Mudghah memiliki arti segumpal daging. Dalam bahasa arab, mudghah berarti makanan yang dikunyah. Jika sesorang mengambil permen karet dan mengunyahnya kemudian dibandingkan dengan embrio pada tahap mudghah, akan terlihat bahwa keduanya nampak sama. Hal ini dikarenakan embrio memiliki somit di punggung yang dapat terlihat seperti halnya bentukan gigi pada makanan ynag dikunyah.

Gambar 4. Penampakan embrio dan permen karet yang dikunyah

Lanjutan dari surah Al mu’minun ayat 14 menunjukkan bahwa dari tahap mudghah selanjutnya adalah pembentukan tulang dan otot. Hal ini sesuai dengan embriologi secara ilmiah. Awalnya tulang terbentuk sebagai model tulang rawan dan otot berkembang di sekitarnya dari mesoderm somatik.


Surah As Sajdah ayat 9 di atas menunjukkan bahwa indra khusus seperti pendengaran, penglihatan dan hati berkembang dengan urutan demikian dan  terbukti secara ilmiah. Primordial dari telinga muncul sebelum pembentukan mata dan otak berkembang setelah keduanya.

Setelah mikroskop ditemukan pada abad 17, embriologi manusia baru berkembang sekitar abad 20. Bagaimana bisa Rasulullah SAW mengetahui hal-hal tersebut 1400 tahun yang lalu ketika mikroskop dan alat canggih lainnya bahkan belum ada pada saat itu. Hal tersebut menunjukkan bahwa deskripsi pembentukan manusia di alquran memang diwahyukan kepada Rasulullah SAW dari Allah SWT.


               http://www.islam101.com/science/embryo.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar