“Sisi
Ilmiah Al-Quran sebagai Media Ketenangan”
Oleh : Brenda Desy R.
“ Dan Dia mendapatimu
sebagai seorang yang bingung lalu Dia memberikan petunjuk” (QS 93:7)
Ketenangan hati
merupakan suatu perasaan yang didambakan oleh setiap insan. Seberat apapun masalah
yang menimpa, jika manusia menghadapinya dengan hati yang tenang niscaya
masalah tersebut tidak akan memberi dampak buruk bagi mereka yang sedang
mengalaminya. Namun, di era yang semakin modern ini, permasalahan menjadi
semakin banyak dan kompleks, etos kerja yang tinggi menuntut masyarakat untuk
tampil dengan performa sempurna. Hal ini akan menyebabkan tingkat stress di
masyarakat tentu meningkat pula. Oleh sebab itu, apakah hakikatnya yang
dibutuhkan manusia agar segala kepenatan dunia ini berkurang?
Berjalan-jalankah? Belanja? Ataukah cukup hanya dengan mendengarkan, membaca
dan mempelajari Al-Qur’an?
Suatu tim
peneliti dari University Malaysia Pahang
melakukan sebuah penelitian untuk mengetahui pengaruh taubat dan mendengarkan
Al-Qur’an tergadap galvanic skin response
(GSR). GSR merupakan perubahan sifat konduksi listrik pada kulit. Sinyal
yang diterima melalui pengukuran GSR diintepretasikan sebagai respon syaraf
otonom simpatik khususnya sebagai parameter fungsi kelenjar keringat. GSR dapat
digunakan untuk mengetahui perubahan psikologi berupa respon simpatik dan
emosional. Pada hasil penelitian tersebut, di dapatkan taubat dan mendengarkan
Al-Quran masing-masing menghasilkan perubahan GSR yang lebih besar daripada
kontrol. Berdasarkan hal ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa hanya mendengarkan
Al-Qur’an pun akan mampu mengurangi stress, kegalauan, ataupun rasa pesimisme
pada diri (Salam et al., 2013). Apalagi jika ayat-ayat suci tersebut dibaca dan
dihayati maknanya.
Selain itu, penelitian serupa yang dilakukan oleh Awa (2014)
juga menyimpulkan hal yang sama. Pasien ICU muslim yang membutuhkan ventilator
untuk mengatasi distres napasnya di intervensi dengan mendengarkan surat
Al-Fatihah dan Surat Yasin selama 30 menit. Kemudian, dilakukan pengukuran
terhadap heart rate, tekanan darah
sistole dan diastole, mean artery
preasure, respiratory rate, dan
saturasi oksigen. Hasilnya menunjukkan adanya kestabilan terhadap indikator
tersebut. Terdapat banyak penelitian lain yang menyimpulkan hal serupa. Hal ini
menunjukkan betapa Al-Quran mampu memberi pengaruh yang kuat bagi jiwa dan raga
manusia.
Membaca Al-Quran
pun memiliki efek yang tidak kalah dalam hal ketenangan jiwa. Sebuah studi
menganalisis perbandingan sinyal elektrocephalogram (EEG) selama seseorang
membaca Al-Qur’an dan membaca buku. Membaca buku dijadikan sebagai kontrol
karena kedua hal tersebut pada intinya sama-sama melakukan proses membaca. Hasilnya
didapatkan korelasi yang negatif atau berbanding terbalik antara membaca buku
dan membaca Al-Qur’an, dimana membaca Al-Qur’an menghasilkan gelombang yang
lebih tinggi sedangkan membaca buku menghasilkan gelombang yang rendah (Kamal
et al.,2013).
Kajian-kajian tersebut ibarat setetes air di
lautan luas. Masih banyak sekali penelitian-penelitian yang membahas tentang
keajaiban Al-Qur’an. Namun, di luar hal itu semua, betapa Maha Besar Allah yang
menurunkan Al-Qur’an kepada umat manusia. Al-Qur’an merupakan suatu wujud
kecintaan Allah kepada hambaNya. Melalui Al-Qur’an Allah berbicara,
mengingatkan, dan menghibur hambaNya. Betapa indah sesungguhnya cinta Allah
kepada manusia. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
DAFTAR PUSTAKA
Salam, U.B.; Wahab, M.N.A.; dan Ibrahim,
A.B. 2013. Potentiality of taubah (Islamic repentance) and listening to the
Holy Quran recitation on galvanic skin response. International Journal of Psychology and Counseling 5(2): 33-37.
Awa, S. 2014. Effect of Holy Quran on
Physiological Stress Response Among Muslim Patients In Intensive Care Unit. CoMM
Kamal, N.F.; Mahmood, N.H. dan Zakaria, N.A.
2013. Modeling brain activities during reading working memory task: Comparison
between reciting Quran and reading book. Procedia-Social
and Behavioral Science 97: 83-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar