Selasa, 17 Mei 2016

Dakwah: Inilah Jalan Agamaku




Ditulis oleh:
-Rena Hardianty 
-Haqiqotul Fikriyah

Dakwah adalah aktivitas menyeru manusia kepada Allah SWT dengan hikmah dan pelajaran yang baik dengan harapan agar objek dakwah (mad’u) yang kita dakwahi beriman kepada Allah SWT dan mengingkari thagut (semua yang diabdi selain Allah) sehingga mereka keluar dari kegelapan jahiliyah menuju cahaya Islam.

                Apabila kita melihat ayat-ayat Al-Quran maupun hadits-hadits Rasulullah SAW, kita akan banyak mengetahui keutamaan berdakwah yang sangat luar biasa. Dengan mengetahui, memahami, dan menghayati keutamaan berdakwah ini seorang muslim akan termotivasi secara kuat untuk melakukan dakwah dan bergabung bersama kafilah dakwah di manapun ia berada.

                Allah Ta’ala telah memerintah dan memotivasi untuk berdakwah dalam banyak hadist sebagaimana firman-Nya :

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?" (Fushshilat : 33)

Maka keutamaan dakwah di sini bahwa Allah Ta’ala menjadikan sebaik-baik manusia (perkataannya atau perbuatannya) di antara hambanya ialah hamba yang mengajak manusia kepada Allah dan menunjukinya, mengajarkan agama, membuat mereka paham, serta bersabar dalam menempuh dan menjalankan dakwah. Dengan inilah mereka menjadi sebaik-baik manusia dan orang yang paling shalih dan bermanfaat bagi manusia lainnya.

Dakwah memiliki kedudukan yang sangat agung karena ia adalah tugas para nabi dan rasul. Ia adalah tugas yang sangat mulia, karenanya Rasul sallallahu ‘alaihi wasallam diutus, dan para pengikutnya diberikan tugas untuk melaksanakannya.

 
“Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha suci Allah, dan aku tiada Termasuk orang-orang yang musyrik". (Yusuf : 108 ).
 
Dakwah adalah jalan para rasul, dan merekalah yang memberikan peringatan dan kabar gembira, sebagaimana Allah berfirman : 

“Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya, agar Dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam” (Al-Furqan : 1)
 
Dakwah membuat pelakunya yang mendakwahkannya mendapatkan pahala yang paling mulia dari Rabb Yang Maha Pengampun lagi Maha mulia, dan sungguh pahala berdakwah  lebih baik daripada dunia dan seisinya. Diriwayatkan dalam ash-Shahihain dari Sahl bin Sa’ad as-Sa’idi radiyallahu’anhu, dari Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam bahwasanya beliau kepada Ali kala mengutusnya dalam perang khaibar,

“Demi Allah, sungguh Allah memberikan hidayah kepada satu orang melaluimu, adalah lebih baik dari pada kamu memiliki unta merah ( HR. Al-Bukhari ). 

Dan barang siapa yang ingin menjadi pengikut al-Musthafa Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam maka hendaklah ia berdakwah kepada Allah dengan hujjah yang nyata, hingga ia menjadi pengikut Nabi yang sejati, memberikan manfaat kepada dirinya dan orang lain. Dia mendapatkan pahala orang yang ia dakwahi walaupun mereka jutaan orang. Ini merupakan nikmat yang sangat agung dan kemanfaatan yang sangat besar.



Dari anas Ibnu Malik berkata : Rasulullah bersabda : sesungguhnya orang yang menunjukan kepada kebaikan, maka baginya (pahala) seperti orang yang melakukan (kebaikan itu).  (HR. At-Tirmizi, hadist Hasan Shahih).

Dari Abu Mas’ud Al-Badri  : Rasulullah besabda : siapa saja yang menunjukan kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala orang yang melakukan kebaikan itu – atau, (redaksi yang lain ) beliau bersabda, “ (seperti) orang yang mengamalkannya”  ( HR. Muslim dan At-Tirmizi )




Tidak ada komentar:

Posting Komentar