IMEDFEST 2019: MUSAFIR
CINTA
“BERSAMAMU DI JALAN
CINTA MENUJU SURGA”
Alhamdulillah..
Syukur kita ucapkan kepada Allah SWT, atas berkah dan rahmat-Nya kegiatan
IMEDFEST 2019 telah terselanggara sesuai dengan rencana yang diharapkan.
Apa itu IMEDFEST? Imedfest merupakan
Islamic medical festival, suatu
rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh Islamic
Medical Student Association
(IMSAC) Fakultas Kedokteran Universtas Jember. IMEDFEST menjadi salah satu
program yang dimiliki oleh departemen syiar
kampus.
IMEDFEST 2019 yang diselenggarakan pada 7 April dan
14 April 2019, terdiri dari dua rangkaian acara yaitu pada tanggal 7 April 2019
lomba tartil untuk SD/SMP dan lomba Hifzil untuk tingkat mahasiswa, kegiatan
kedua sebagai puncak acara pada tanggal 14 April 2019 yaitu acara talkshow yang dibuka untuk umum dengan guest star Ust. Habiburrahman El Shirazy dan Ust. Zaky
Ahmad Rivai.
Acara pertama, kompetisi tartil dan hifzil yang diikuti
oleh kurang lebih 100 peserta , terdiri SD, SMP, dan tingkat mahasiwa. Peserta
sangat antusias mengikuti kegiatan ini, kegiatan dimulai pukul 08.00, pembukaan
oleh panitia yang dilakukan di auditorium Fakultas Kedokteran Universitas
Jember dilanjutkan dengan mobilisasi peserta ke tempat lomba masing-masing
yaitu terlaksana di gedung keterampilan medis. Pada
masing-masing jenjang terdapat dua dewan juri yang kompeten di bidangnya. .Kegiatan
terlaksana sesuai dengan jadwal yang diharapkan, juri menilai dengan kemampuan
dan kualitas peserta secara objektif. Kegiatan ini membagi kejuaraan lomba
antara SD, SMP, dan mahasiswa dengan masing-masing penghargaan (Juara 1,2,3 per
jenjang). Kompetisi selesai pada pukul 15.00 WIB dengan pengumuman juara,
peserta yang mendapat juara mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan, trophy,
dan bingkisan.
Acara kedua dan sebagai puncak pada rangkaian acara
ini adalah talkshow. Talkshow diikuti
oleh kurang lebih 400 peserta yang dilaksanakan di gedung Soetardjo Universitas
Jember pada 14 April 2019.
Pengisi materi pertama yaitu Ust. Habiburrahman El Shirazy, seorang
penulis dan pembicara yang terkenal, seorang tokoh penulis ayat-ayat cinta
serta novel bumi cinta yang sudah tidak asing di telinga kita. Pada kesempatan
itu, beliau menyampaikan betapa pentingnya menjadi pribadi yang baik untuk
selalu patuh dan taat di jalan Allah, terlebih kita adalah seorang pemuda yang
menjadi penerus dakwah. Beliau juga diminta untuk menyampaikan bedah buku yang
berjudul bumi cinta, buku/novel tersebut menceritakan perjuangan seorang pemuda
yang bersekolah di Rusia, tantangan pemuda tersebut dalam mempertahankan
keimanannya untuk selalu lurus di jalan Allah di tengah arus pergaulan bebas
yang begitu kuat dan cobaan hidup yang silih berganti, namun atas ketaatanya
pemuda ini Alhamdulillah dapat terhindar dari pengaruh buruk yang tidak sesuai
dengan norma agama kita.
“Bagi orang-orang yang beriman, dimana pun ia bisa
rukuk dan sujud kepada Allah, maka ia menemukan bumi cinta. Dan sesungguhnya
dunia ini adalah bumi cinta bagi para pecinta Allah Ta’alla. Bumi cinta yang
akan mengantarkan kepada bumi cinta yang lebih abadi dan lebih mulia yaitu
surganya Allah”-Ust. Habiburrahman El Shirazy.
Pengisi materi yang kedua yaitu Ust. Zaky Ahmad Rivai, memaparkan
berbagai masalah kehidupan pemuda masa kini lengkap dengan jalan keluarnya, Ust. Zaky Ahmad Rivai juga menyampaikan
perjalanan cintanya bertemu dengan istri dengan jalan yang sungguh manis, tidak
mengenal pacaran, dan ketika yakin
dengan pilihan maka datangilah orang tuanya. Tentu saja bahasan tersebut
membuat peserta antusias. Ust. Zaky Ahmad
Rivai menyampaikan materi dengan bahasa ringan
yang mudah diterima oleh anak muda masa kini sehingga audiens merasa tidak
membosankan. Melalui gaya penyampaian Beliau yang kekinian materi yang
disampaikan juga terasa mudah dicerna.
“Berdakwah itu adalah sebuah kesadaran, memang
terlihat berat untuk mahasiswa-mahasiswa terlebih bagi mahasiswa yang kegiatan
akademiknya padat. Bahkan seorang yang dahulunya ‘bandel’ pun bisa menyelami ilmu dakwah.
Berdakwah gak harus face to face.
Jika keseharian kalian tidak memungkinkan untuk berdakwah seperti ustadz-ustadz.
Kita bisa membuat video atau sejenisnya sebagai projek dakwah. Namun tetap berpegang
teguh terhadap visi yang kita pegang agar projek dakwah tersebut tidak hanya
sebagai projek tetapi haruslah berkesinambungan”, tutur Ust. Zaky Ahmad Rivai.
Dari berbagai rangkaian yang telah kita lalui,
Alhamdulillah acara dapat terselesaikan dengan baik, peserta memberikan respon
yang baik dengan berlangsungnya acara ini. Semoga kegiatan IMEDFEST ini bisa
dilaksanakan setiap tahun mengingat feedback
peserta yang cukup baik.
Semoga kita dapat menjadi seseorang yang bisa
merapatkan barisan untuk selalu memperkuat ukhuwah dalam menegakkan agama
Allah. Berdakwah memang bukanlah hal yang mudah, tetapi berjalan bersama di
jalan cinta jalan menuju surga pasti akan terasa ringan dan menyenangkan untuk
menjadi teman sehidup se-surga.