Rabu, 10 Juni 2015

KEAJAIBAN EMBRIOLOGI DALAM ALQURAN
Oleh : Kiky Martha

Dalam alquran, Allah SWT telah berfirman mengenai embriologi atau tahap perkembangan pembentukan manusia (Quran, Al mu’minun:12-14).


Dalam memaknaai surah Al-mu’minun ayat 13, nutfah pernah diinterpretasikan sebagai sperma atau spermatozoa, namun interpretasi yang lebih mendekati fakta, nutfah merupakan zigot yang tengah membelah membentuk blastokist yang akan melekat di uterus.

Tahap selanjutnya adalah alaqah. Dalam bahasa Arab, alaqah memiliki tiga arti yaitu (1) lintah, (2) benda yang mengapung, dan (3) gumpalan darah. Jika kita membandingkan lintah dengan tahap alaqah pada embriologi, akan kita temui kesamaan seperti yang dapat dilihat pada gambar 1. Embrio pada tahap ini memperoleh nutrisi dari darah ibu, seperti halnya lintah yang mengambil nutrisi dari darah organisme lain.

Gambar 1. Ilustrasi kesamaan bentuk antara lintah dengan tahap alaqah

Arti yang kedua dari alaqah adalah benda yang mengapung. Hal ini dapat kita lihat pada gambar 2 dan gambar 3, bahwa pada tahap alaqah, embrio menggantung pada rahim ibu.
Gambar 2                                             Gambar 3
Gambar 2 dan Gambar 3 menunjukkan embrio menggantung pada rahim ibu

Arti ketiga dari alaqah adalah gumpalan darah. Gambaran embrio dan kantungnya selama tahap alaqah mirip dengan gumpalan darah. Hal ini desebabkan oleh adanya jumlah darah yang relatif besar karena pada tahap ini darah tidak bersirkulasi hingga akhir minggu ketiga. Oleh karena itu, embrio pada tahap ini nampak seperti gumpalan darah.

Gambar 4. Sistem sirkulasi embrio pada tahap alaqah

Ketiga arti dari alaqah memiliki korelasi yang kuat dengan deskripsi perkembangan embrio secara ilmiah.

Tahap selanjutnya sesuai ayat di atas adalah tahap mudghah. Mudghah memiliki arti segumpal daging. Dalam bahasa arab, mudghah berarti makanan yang dikunyah. Jika sesorang mengambil permen karet dan mengunyahnya kemudian dibandingkan dengan embrio pada tahap mudghah, akan terlihat bahwa keduanya nampak sama. Hal ini dikarenakan embrio memiliki somit di punggung yang dapat terlihat seperti halnya bentukan gigi pada makanan ynag dikunyah.

Gambar 4. Penampakan embrio dan permen karet yang dikunyah

Lanjutan dari surah Al mu’minun ayat 14 menunjukkan bahwa dari tahap mudghah selanjutnya adalah pembentukan tulang dan otot. Hal ini sesuai dengan embriologi secara ilmiah. Awalnya tulang terbentuk sebagai model tulang rawan dan otot berkembang di sekitarnya dari mesoderm somatik.


Surah As Sajdah ayat 9 di atas menunjukkan bahwa indra khusus seperti pendengaran, penglihatan dan hati berkembang dengan urutan demikian dan  terbukti secara ilmiah. Primordial dari telinga muncul sebelum pembentukan mata dan otak berkembang setelah keduanya.

Setelah mikroskop ditemukan pada abad 17, embriologi manusia baru berkembang sekitar abad 20. Bagaimana bisa Rasulullah SAW mengetahui hal-hal tersebut 1400 tahun yang lalu ketika mikroskop dan alat canggih lainnya bahkan belum ada pada saat itu. Hal tersebut menunjukkan bahwa deskripsi pembentukan manusia di alquran memang diwahyukan kepada Rasulullah SAW dari Allah SWT.


               http://www.islam101.com/science/embryo.html
“Sisi Ilmiah Al-Quran sebagai Media Ketenangan”
Oleh : Brenda Desy R.

“ Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung lalu Dia memberikan petunjuk” (QS 93:7)

Ketenangan hati merupakan suatu perasaan yang didambakan oleh setiap insan. Seberat apapun masalah yang menimpa, jika manusia menghadapinya dengan hati yang tenang niscaya masalah tersebut tidak akan memberi dampak buruk bagi mereka yang sedang mengalaminya. Namun, di era yang semakin modern ini, permasalahan menjadi semakin banyak dan kompleks, etos kerja yang tinggi menuntut masyarakat untuk tampil dengan performa sempurna. Hal ini akan menyebabkan tingkat stress di masyarakat tentu meningkat pula. Oleh sebab itu, apakah hakikatnya yang dibutuhkan manusia agar segala kepenatan dunia ini berkurang? Berjalan-jalankah? Belanja? Ataukah cukup hanya dengan mendengarkan, membaca dan mempelajari Al-Qur’an?
Suatu tim peneliti dari University Malaysia Pahang melakukan sebuah penelitian untuk mengetahui pengaruh taubat dan mendengarkan Al-Qur’an tergadap galvanic skin response (GSR). GSR merupakan perubahan sifat konduksi listrik pada kulit. Sinyal yang diterima melalui pengukuran GSR diintepretasikan sebagai respon syaraf otonom simpatik khususnya sebagai parameter fungsi kelenjar keringat. GSR dapat digunakan untuk mengetahui perubahan psikologi berupa respon simpatik dan emosional. Pada hasil penelitian tersebut, di dapatkan taubat dan mendengarkan Al-Quran masing-masing menghasilkan perubahan GSR yang lebih besar daripada kontrol. Berdasarkan hal ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa hanya mendengarkan Al-Qur’an pun akan mampu mengurangi stress, kegalauan, ataupun rasa pesimisme pada diri (Salam et al., 2013). Apalagi jika ayat-ayat suci tersebut dibaca dan dihayati maknanya.
 Selain itu, penelitian serupa yang dilakukan oleh Awa (2014) juga menyimpulkan hal yang sama. Pasien ICU muslim yang membutuhkan ventilator untuk mengatasi distres napasnya di intervensi dengan mendengarkan surat Al-Fatihah dan Surat Yasin selama 30 menit. Kemudian, dilakukan pengukuran terhadap heart rate, tekanan darah sistole dan diastole, mean artery preasure, respiratory rate, dan saturasi oksigen. Hasilnya menunjukkan adanya kestabilan terhadap indikator tersebut. Terdapat banyak penelitian lain yang menyimpulkan hal serupa. Hal ini menunjukkan betapa Al-Quran mampu memberi pengaruh yang kuat bagi jiwa dan raga manusia.
Membaca Al-Quran pun memiliki efek yang tidak kalah dalam hal ketenangan jiwa. Sebuah studi menganalisis perbandingan sinyal elektrocephalogram (EEG) selama seseorang membaca Al-Qur’an dan membaca buku. Membaca buku dijadikan sebagai kontrol karena kedua hal tersebut pada intinya sama-sama melakukan proses membaca. Hasilnya didapatkan korelasi yang negatif atau berbanding terbalik antara membaca buku dan membaca Al-Qur’an, dimana membaca Al-Qur’an menghasilkan gelombang yang lebih tinggi sedangkan membaca buku menghasilkan gelombang yang rendah (Kamal et al.,2013).
 Kajian-kajian tersebut ibarat setetes air di lautan luas. Masih banyak sekali penelitian-penelitian yang membahas tentang keajaiban Al-Qur’an. Namun, di luar hal itu semua, betapa Maha Besar Allah yang menurunkan Al-Qur’an kepada umat manusia. Al-Qur’an merupakan suatu wujud kecintaan Allah kepada hambaNya. Melalui Al-Qur’an Allah berbicara, mengingatkan, dan menghibur hambaNya. Betapa indah sesungguhnya cinta Allah kepada manusia. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?



DAFTAR PUSTAKA

Salam, U.B.; Wahab, M.N.A.; dan Ibrahim, A.B. 2013. Potentiality of taubah (Islamic repentance) and listening to the Holy Quran recitation on galvanic skin response. International Journal of Psychology and Counseling 5(2): 33-37.
Awa, S. 2014. Effect of Holy Quran on Physiological Stress Response Among Muslim Patients In Intensive Care Unit. CoMM
Kamal, N.F.; Mahmood, N.H. dan Zakaria, N.A. 2013. Modeling brain activities during reading working memory task: Comparison between reciting Quran and reading book. Procedia-Social and Behavioral Science 97: 83-
KEAJAIBAN TULANG EKOR MANUSIA
Oleh : Emma Enggar S.

“Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur (dimakan tanah) kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor, darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat” ( HR. Al Bukhari , Nomor : 4935 )
Belasan abad lamanya, hadits tersebut menjadi hal yang gaib yang tidak mungkin bisa dijelaskan dengan logika. Seiring berjalannya waktu beberapa penelitian ilmiah mampu menjelaskan kebenaran hadits tersebut dikemudian hari.
“Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?” Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk” (QS. Yasin : 78-79).
Adalah Han Spemann, Ilmuwan Jerman yang berhasil mendapatkan hadiah nobel bidang kedokteran pada tahun 1935. Dalam penelitiannya ia dapat membuktikan bahwa asal mula kehidupan adalah tulang ekor. Darinyalah makhluk hidup bermula. Dalam penelitiannya ia memotong tulang ekor dari sejumlah hewan melata, lalu mengimplantasikan ke dalam embrio Organizer atau pengorganisir pertama.
Pada saat sperma membuahi ovum (sel telur), maka pembentukan janin dimulai. Ketika ovum telah terbuahi (zigot), ia terbelah menjadi dua sel dan terus berkembang biak. Sehingga terbentuklah embryonic disk (lempengan embrio) yang memiliki dua lapisan.
1.      Pertama, External Epiblast yang terdiri dari cytotrophoblasts, berfungsi menyuplai makanan embrio pada dinding uterus, dan menyalurkan nutrisi dari darah dan cairan kelenjar pada dinding uterus.
2.      lapisan kedua, Internal Hypoblast yang telah ada sejak pembentukan janin pertama kalinya. Pada hari ke-15, lapisan sederhana muncul pada bagian belakang embrio dengan bagian belakang yang disebut primitive node (gumpalan sederhana).
Dari sinilah beberapa unsure dan jaringan, seperti ectoderm, mesoderm, dan endoderm terbentuk.
- Ectoderm, membentuk kulit dan sistem syaraf pusat.
- Mesoderm, membentuk otot halus sistim digestive (pencernaan), otot skeletal (kerangka), sistem sirkulasi, jantung, tulang pada bagian kelamin, dan sistem urine (selain kandung kemih), jaringan subcutaneous, sistem limpa, limpa dan kulit luar.
- Endoderm, membentuk lapisan pada sistim digestive, sistem pernafasan, organ-orang yang berhubungan dengan sistem digestive (seperti hati dan pancreas), kandung kemih, kelenjar thyroid (gondok), dan saluran pendengaran. Gumpalan sederhana inilah yang mereka sebut sebagai TULANG EKOR.
Pada penelitian lain, Han mencoba menghancurkan tulang ekor tersebut. Ia menumbuknya dan merebusnya dengan suhu panas yang tinggi dan dalam waktu yang sangat lama. Setelah menjadi serpihan halus, ia mencoba mengimplantasikan tulang itu pada janin lain yang masih dalam tahap permulaan embrio. Hasilnya, tulang ekor itu tetap tumbuh dan membentuk janin sekunder pada guest body (organ tamu). Meskipun telah ditumbuk dan dipanaskan sedemikian rupa, tulang ini tidak ‘hancur’.
Dr. Othman al Djilani dan Syaikh Abdul Majid juga melakukan penelitian serupa. Pada bulan Ramadhan 1423 H, mereka berdua memanggang tulang ekor dengan suhu tinggi selama 10 menit. Tulang pun berubah, menjadi hitam pekat. Kemudian, keduanya membawa tulang itu ke al Olaki Laboratory, Sana’a, Yaman, untuk dianalisis. Setelah diteliti oleh Dr. al Olaki, profesor bidang histology dan pathologi di Sana’a University, ditemukanlah bahwa sel-sel pada jaringan tulang ekor tidak terpengaruh. Bahkan sel-sel itu dapat bertahan walau dilakukan pembakaran lebih lama.
Lebih dari itu berdasarkan penelitian mutakhir, sebagaimana yang disampaikan oleh Jamil Zaini, Trainer Asia Tenggara Kubik Jakarta ketika mengisi acara buka puasa bersama di al Azhar-Solo Baru dengan tajuk, “Inspiring Day; Inspiring The Spirit of Life”, tulang ekor ini merekam semua perbuatan anak Adam, dari sejak lahir hingga meninggal dunia. Ia merekam semua perbuatan baik-buruk mereka. Dan perbuatan mereka ini akan berpengaruh pada kondisi tulang ekornya. Putih bersih atau hitam kotor. Semakin banyak energy positif atau kebaikan seseorang maka semakin bersih tulang ekornya, dan semakin banyak energy negative atau keburukan seseorang maka semakin hitamlah tulang ekornya.
Dari sinilah, balasan pada hari kiamat kelak tidak akan pernah tertukar. Dari tulang ekor inilah, manusia akan kembali dicipta, dan mereka akan diberi balasan sesuai dengan kadar amal-amal mereka. Ajaibnya, ini semua sudah disabdakan oleh Nabi berpuluh abad yang lalu.
“Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur (dimakan tanah) kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor, darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat.” (HR. al Bukhari, nomor 4935).
Hadits senada juga diriwayatkan oleh Imam Muslim (nomor 2955),
Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallâhu alaihi wa sallam bersabda, “Seluruh bagian tubuh anak Adam akan (hancur) dimakan tanah kecuali tulang ekor, darinya tubuh diciptakan dan dengannya dirakit kembali.”


Mengapa Allah Melarang Orang Islam Memakan Daging Babi?
 (ditinjau dari segi agama dan medis)
Oleh : Meytika Fauziah S.

Dalam Islam mengapa babi diharamkan dan Allah menciptakan Babi? Mengapa daging binatang lain seperti kambing, sapi, ayam, dan lain sebagainya tidak diharamkan? Allah menciptakan dan mengharamkan binatang babi tidak lain adalah perintah untuk membuktikan manusia taat atau tidak. Muslim yang taat adalah seorang muslim yang bertaqwa yang berarti menjalankan segala perintah-nya dan menjauhi segala larangan-Nya.


Secara tegas Islam mengharamkan bangkai, darah, daging bagi dan binatang yang disembelih tanpa menggunakan syari’at, seperti firman Allah SWT dalam kitab suci Al Qur’an surat Al Baqarah 2:173 “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Namun, apakah alasan kesehatan menjadi relavan untuk saat ini? Pada sistem peternakan modern, dengan sistem pemeliharaan yang modern dan bersih, tidak tercium bau seperti pada peternakan babi tradisional. Babi dikelompokkan dalam suatu kandang dengan jumlah kepadatan tertentu, kandang yang bagus dan nyaman. Sistem pembuangan limbah dibuat sedemikian rupa, sehingga kotoran bisa dimanfaatkan kembali menjadi pupuk yang sama sekali tidak mengeluarkan bau.
Penelitian mengungkapkan bahwa ternyata DNA babi mempunyai kesamaan yang tinggi, baik dilihat dari segi fisiologis maupun genetis dengan manusia. Contohnya urutan kesamaan DNA babi mencapai 98,9% dengan manusia. Saat ini banyak penggunaan babi sebagai media untuk transplantasi organ dari hewan kepada manusia (xenotransplantasi) intensive dilakukan.
Modifikasi gen babi agar organ yang dihasilkan seperti ginjal dan jantung dapat dicangkok ke tubuh manusia. Teknologi rekayasa genetik dengan cara mentransfer gen manusia ke babi dilakukan agar babi yang dihasilkan memiliki organ tubuh yang dapat diterima oleh tubuh manusia. Tingkat kesamaan genetika yang tinggi memungkinkan babi dan manusia mempunyai kesamaan penyakit dan kelainan genetika, yang berakibat penyakit yang menyerang babi bisa menyerang manusia. Kedekatan genetik antara babi dan manusia adalah “salah satu kemungkinan” diharamkannya babi karena terkait dengan kanibalisme bagi pemakannya.
Fakta Babi Tidak Layak untuk di konsumsi :
1.      Apakah Anda tahu kalau babi tidak dapat disembelih di leher? Ya karena mereka tidak memiliki leher, sesuai dengan anatomi alamiahnya. Bagi orang yang beranggapan kalau babi memang harus disembelih dan layak bagi konsumsi manusia, tentu Allah akan merancang hewan ini dengan memiliki leher.
”Katakanlah: “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi – karena sesungguhnya semua itu kotor – atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa, sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al An `am (6) : 145)
2.      Konsumen daging babi sering mengeluhkan bau pesing pada daging babi. Menurut Prof. A.V. Nalbandov (Penulis buku : Adap-tif Physiology on Mammals and Birds) menyebutkan bahwa kantung urine (vesica urinaria) babi sering bocor, sehingga urine babi merembes ke dalam daging. Akibatnya, daging babi tercemar kotoran yang mestinya dibuang bersama urine.
3.      Babi adalah hewan yang kerakusannya dalam makan tidak tertandingi hewan lain. Ia melahap semua makanan yang ada di depannya. Jika perutnya telah penuh atau makanannya telah habis, ia akan memuntahkan isi perutnya dan memakannya lagi, untuk memuaskan kerakusannya. Ia tidak akan berhenti makan, bahkan memakan muntahannya. Ia memakan semua yang bisa dimakan di hadapannya. Memakan kotoran apa pun di depannya, kotoran manusia, hewan atau tumbuhan, bahkan memakan kotorannya sendiri, hingga tidak ada tersisa. Kadang ia mengencingi kotorannya dan memakannya jika berada di hadapannya, kemudian memakannya kembali. Ia memakan sampah busuk dan kotoran hewan. Babi adalah hewan mamalia satu-satunya yang memakan tanah, memakannya dalam jumlah besar dan dalam waktu lama jika dibiarkan. Kulit orang yang memakan babi akan mengeluarkan bau yang tidak sedap
4.      Hewan babi ini menyimpan berbagai bakteri, virus, parasit  maupun patogen penyakit yang sangat berbahaya bagi manusia. Hal ini disebabkan dengan pola makan, pola hidup dan pola seksnya yang sangat kotor. Penyakit-penyakit cacing pita merupakan penyakit yang sangat berbahaya yang dapat terjadi karena mengonsumsi daging babi. Cacing berkembang di bagian usus 12 jari di tubuh manusia, dan beberapa bulan cacing itu akan menjadi dewasa. Jumlah cacing pita bisa mencapai sekitar ”1000 ekor dengan panjang antara 4 – 10 meter”, dan terus hidup di tubuh manusia dan mengeluarkan telurnya melalui BAB (buang air besar).  Berbagai bakteri, virus, parasit maupun patogen tersebut adalah sebagai berikut :
  •      Fasciolepsis Buski cacing ini tinggal di perut babi dalam jangka waktu yang cukup lama. Ia keluar bersama dengan kotoran dan menetap di genangan air. Jenis ini dapat menyebabkan gangguan alat pencernaan, mencer, dan pembengkakan tubuh yang mengakibatkan kematian.
  •      Paragonimus jenis ini hidup di paru-paru babi. Ia dapat menyebabkan gangguan pernafasan bagi babi sendiri dan obatnya belum ditemukan sampai pada saat sekarang. Di antara penyakit yang ditimbulkan: gangguan pernapasan yang mengakibatkan batuk keras dan pendarahan kuat di paru-paru.
  •      Clonorchis Sinensis cacing ini hidup di sekitar hati babi. Ia dapat menyebabkan gangguan hati, mencer, dan kematian akibat kekurangan cairan.
  •   Giganthorinchus cacing ini hidup di alat pencernaan babi dan dapat menyebabkan kekurangan darah dan gangguan alat pencernaan yang demikian itu karena ia hidup di dinding alat pencernaan manusia.
  •     Trichinila Spiralis jenis cacing ini sulit terdeteksi, tubuhnya sangat kecil. Ia hidup di daging babi dalam jangka waktu yang cukup lama dan belum diketahui sampai pada saat sekarang derajat panas yang mungkin dapat melumpuhkannya di saat dimasak. Di antara penyakit yang ditimbulkan: rematik, anggota tubuh terasa nyeri, perih, dan lambat bergerak sehingga ia tidak dapat bekerja keras. Ia dapat menyebabkan kematian jika menyumbat saluran makanan yang menghubungkan antara perut dan dada. Di samping itu, jika ia hidup di perut maka akan menimbulkan penyakit perut, mencer, anggota tubuh melemah, dan pembengkakan di wajah dan mata.
  •   Schistosoma Japonicum spesies ini sangat berbahaya. Babi salah satu hewan yang memelihara cacing ini. Ia masuk ke tubuh manusia lewat pori-pori dan menyusut ke darah dan paru-paru. Setiap ekor dari mereka menghasilkan 20.000 telur tiap harinya yang setiap saat menjadi ancaman berbahaya terhadap alat pencernaan, hati, dan otak. Ia dapat menimbulkan pelbagai jenis penyakit yang dapat mengakibatkan lumpuh dan kematian.
  •     Taenia Sollum parasit ini berupa larva yang berbentuk gelembung pada daging babi atau berbentuk butiran-butiran telur pada usus babi, dan dapat tumbuh sepanjang tiga meter dalam usus manusia, serta dapat memasuki saluran peredaran darah dan terus menyebar ke seluruh tubuh, termasuk otak, hati, saraf tulang belakang, dan paru-paru.
  •   Swine Erysipelas parasit ini terdapat pada kulit babi. Parasit ini selalu siap untuk pembakaran pada kulit manusia yang mencoba mendekati atau berinteraksi dengannya. Parasit ini bisa menye-babkan radang kulit manusia yang memperlihatkan warna merah dan suhu tubuh tinggi.

5.      Babi merupakan carrier virus/penyakit Flu Burung (Avian influenza) dan Flu Babi (Swine influenza). Di dalam tubuh babi, virus AI (H1N1 dan H2N1) yang semula tidak ganas bermutasi menjadi H1N1/H5N1 yang ganas/mematikan dan menular ke manusia. Menurut Prof Abdul Basith Muh. Sayid berbagai penyakit yang ditularkan babi seperti, pengerasan urat nadi, naiknya tekanan darah, nyeri dada yang mencekam (Angina pectoris), radang (nyeri) pada sendi-sendi tubuh. Dr. Murad Hoffman (Doktor ahli & penulis dari Jerman) menulis bahwa Memakan babi yang terjangkiti cacing babi tidak hanya berbahaya, tapi juga menyebabkan peningkatan kolesterol tubuh dan memperlambat proses penguraian protein dalam tubuh.
6.      Daging babi merupakan penyebab utama kanker anus & kolon. Persentase penderita penyakit ini di negara-negara yang penduduknya memakan babi, meningkat secara drastis, terutama di negara-negara Eropa, dan Amerika, serta di negara-negara Asia (seperti Cina dan India). Sementara di negara negara Islam, persentasenya amat rendah, sekitar 1/1000. Itulah Beberapa alasan Kenapa Allah S.W.T melarang kita memakan daging babi.
7.      Daging babi empuk. Meskipun empuk dan terkesan lezat, namun karena banyak mengandung lemak, daging babi sulit dicerna. Akibatnya, nutrien (zat gizi) tidak dapat dimanfaatkan tubuh.
8.      Babi memiliki sifat kotor. Hewan babi memiliki sifat-sifat kotor dalam bentuk perilaku seperti malas, tidak suci sinar matahari (membantu berkembangnya parasit dalam tubuhnya),  rakus dan suka tidur di kubangan kotoran mereka sendiri, perilaku seksual yang di luar kebiasaan hewan lainnya (babi bukan hewan hemaprodit). Ada sebuah dialog, seorang ilmuwan dengan ulama berkenaan dengan perlaku babi. Sang ilmuwan bertanya kepada ulama sebagai berikut :
Ilmuwan      : “Haramnya hewan babi bagi umat muslim adalah disebabkan karena banyaknya parasit dan kotoran dalam hewan ini. Dengan semakin canggihnya ilmu kedokteran, bukankah mungkin nantinya hewan babi dapat dibersihkan dari virus dan parasit yang mematikan ini? Apakah nantinya hewan babi yang bersih ini akan menjadi halal?”
Ulama           : “Haramnya babi bukan karena hal itu saja. Tetapi ada sifat babi yang sangat diharamkan untuk umat Islam”.
Ilmuwan         : “Apakah itu ?”
Ulama               : “Coba anda buat 2 kandang. Satu kandang Anda isi dengan 2 ekor ayam jantan dan 1 ekor ayam betina. Satu kandang lagi anda isi dengan 2 ekor babi jantan dan 1 ekor babi betina. Apakah yang terjadi pada masing2 kandang tersebut? Bisakah Anda menerkanya?”
Ilmuwan         : “Tidak”
Ulama        : “Mari kita lihat sekarang. Pada kandang pertama di mana Ada 2 ekor ayam jantan dan 1 ekor ayam betina. Yang terjadi adalah 2 ekor ayam jantan tersebut berkelahi dahulu untuk memperebutkan 1 ekor ayam betina tersebut sampai ada yang menang atau kalah. Dan itu Sesuai dengan kodrat dan fitrah manusia diciptakan”.
Ilmuwan       : “Pada kandang babi?”
Ulama        : “Ini yang menarik. Pada kandang kedua, yaitu kandang babi, 2 ekor babi jantan itu tidak berkelahi untuk memperebutkan babi betina tersebut, tetapi yang terjadi adalah 2 ekor babi jantan tersebut malahan menyetubuhi secara beramai-ramai babi betina tersebut dan juga terjadi hubungan  homoseksual antara kedua ekor babi jantan tersebut setelah selesai dengan si betina. Demikian juga dengan betinanya dapat melakukan hal yang demikian. Hal inilah yang jelas-jelas bertentangan dengan fitrah umat manusia. Bila umat Islam ikut-ikutan memakan babi maka ditakut-kan umat Islam akan mempunyai sifat dan karakteristik seperti babi ini.
Nah, tampaknya itu sudah cukup buat kita kenapa Allah mengharamkan daging babi untuk manusia, khususnya umat Islam karena daging ini sangat berbahaya untuk kita. Allah melarang kita untuk memakan jenis daging ini karena menginginkan makhluk-Nya sehat terhindar dari berbagai macam penyakit.
Sungguh Allah Maha baik.



KEAJAIBAN AIR PUTIH YANG DIDOAKAN
Oleh : Intan Palupi



            Air sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup di bumi ini. Bisa jadi orang akan dapat hidup selama seminggu tanpa makan, tapi ia tidak akan hidup lebih dari dua hari tanpa air. Kebanyakan orang menganggap doa yang dipanjatkan sehabis shalat hanya bisa ditujukan untuk memohon sesuatu dan untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan untuk memperoleh kebahagiaan dunia akhirat.
Pada umumnya, orang menganggap air putih dan doa mempunyai manfaat tersendiri sehingga mereka melakukan keduanya secara terpisah. Padahal, air dan doa memiliki kekuatan yang besar dalam penyembuhan penyakit. Jika terapi air putih dan terapi doa dijalankan secara bersamaan, harmonisasi keduanya akan menjadi kekuatan luar biasa dalam penyembuhan penyakit.
Untuk menjalani kehidupan sehari-hari, makhluk hidup tidak akan terlepas dari air. Air bagi makhluk hidup adalah sumber kehidupan, seperti yang tertera pada ayat berikut :



Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, pada hal kamu mengetahui” QS. al-Baqarah (2) : 22

            Air, pada umumnya kita anggap sebagai benda mati. Tak ada sesuatu yang istimewa pada air. Akibatnya, air yang berlimpah dipandang sebagai sesuatu yang lumrah, bukan sebagai anugerah dari Allah SWT yang patut disyukuri.
            Dr. Masaru Emoto dari Universitas Yokohama Jepang membuka pandangan baru bagi kita untuk lebih menghargai air dan keampuhannya dalam mengobati penyakit. Dr. Masaru memulai penelitiannya karena dorongan dari sahabatnya yang menggunakan air sebagai terapi untuk mengobati kakinya yang sakit. Dan ajaib, hanya dengan meminum air putih tersebut penyakitnya bisa hilang.
            Dr. Masaru Emoto mengawali penelitiannya dengan menemukan gambaran kristal air melalui teknik fotografi. Mula-mula beberapa tetes air dibekukan pada suhu tertentu (hal ini karena kristal air hanya bisa dilihat pada kondisi beku), kemudian dilihat dengan mikroskop electron yang bisa diperbesar hingga 200-500kali dan diambil gambarnya dengan kamera yang berkecepatan tinggi. Dengan menggunakan berbagai sample air dari beragam asal (sungai, sumur, hujan, danau dll) ditemukan suatu kesimpulan bahwa tak ada kristal air yang kembar identik. Selain itu, kristal air hanya bisa ditemukan dari air alami atau air yang belum diolah dan diberikan bahan tambahan apapun.
            Pada penelitian berikutnya, ia memberikan sugesti yang berbeda pada air sample yang berbeda pula. Apakah akan berubah bentuk kristal airnya. Ternyata, ada perbedaan bentuk kristal air yang mencolok sesuai dengan sugesti yang diberikan. Air yang disugesti kata-kata yang baik seperti cinta dan terima kasih, berkristal sangat indah dan menarik melebihi keindahan kristal yang tidak disugesti.
            Hal yang sama terjadi pada air yang dibacakan doa, dan air yang diperdengarkan musik lembut seperti Mozart, ternyata juga mempunyai kristal air yang sangat indah. Lain halnya dengan kristal air yang diucapkan kata-kata buruk, atau diperdengarkan music yang keras (heavy metal), semua teksturnya menjadi kurang baik dan tidak beraturan.


            Penemuan tentang kristal air yang berubah berdasarkan atas sugesti tersebut yang meyakinkan kita bahwa air bukanlah benda mati. Ia dapat memahami maksud dari kata yang diucapkan dan kemudian membawa maknanya ke dalam dirinya. Air mengenali kata tidak hanya sebagai suara dan tulisan tetapi air dapat memahami makna kata tersebut dengan mengubah bentuk kristalnya.
            Penemuan tersebut juga mendasari munculnya terapi air putih sebagai pengobatan alternative terhadap  berbagai penyakit. Air mampu mengobati penyakit karena didalam air terdapat hado, semacam energy yang menempel pada suatu benda. Kualitas hado air ini ternyata berbanding dengan tekstur kristalnya. Semakin indah bentuknya, semakin ampuh untuk mengobati penyakit.
            Oleh sebab itu, air yang mengandung khasiat menyembuhkan penyakit bukan karena kekuatan yang dikandungnya, melainkan karena pengaruh daya pandang dan pikiran manusia yang membuat air itu berkhasiat luar biasa.
            Cara pandang dan sugesti bahwa tubuh kita akan sembuh diaplikasikan melalui doa dalam terapi air putih. Doa sebagai kekuatan penyembuh penyakit sesuai dengan sabda Rasulullah SAW berikut :
Tolaklah datangnya kesulitan (bala) dengan doa, sesungguhnya doa itu memberi manfaat terhadap apa yang telah terjadi dan apa yang belum terjad. Apabila bala’ yang telah terjadi, doa akan menyingkapkannya, dan apa yang belum terjadi doa akan mengekangny. (HR. Thabrani).
Sesungguhnya, kekuatan doa dan zikirlah yang mempunyai pengaruh kuat untuk mengubah air yang semula hanya sebagai pelepas dahaga, berkhasiat ampuh untuk mengobati berbagai penyakit. Sehingga semakin kuat konsentrasi pemberi pesan dalam berdoa, semakin dalam pesan tercetak di air. Selanjutnya molekul air akan mentransfer pesan tadi ke molekul air lainnya, mengubah bentuk kristalnya menjadi lebih indah, lalu menghasilkan hado yang semakin kuat dan akhirnya dapat menyembuhkan penyakit.
            Akan tetapi tidak setiap air yang didoakan dapat menyembuhkan penyakit. Hal ini berkaitan dengan keyakinan akan daya manfaat doa dan zikir. Bila suasana batin/jiwa belum sepenuhnya yakin akan manfaat doa dan dzikir, maka terapi air putih mungkin akan kurang berhasil. Hal ini karena bacaan doa atau dzikir hanya berhenti pada pengucapan lisan dan  belum meresap ke dalam hati.
            Oleh karena  itu, supaya doa yang dibacakan bisa membangkitkan kekuatan penyembuhan dengan air, hal yang pertama dilakukan adalah membenahi keyakinan. Keyakinan bahwa, atas kehendak Allah SWT dengan perantaraan air putih , penyakit apapun bisa disembuhkan.
Kedua, doa didahului dengan menetapkan keyakinan : Allah SWT adalah Tuhan yang Maha Esa, Maha Mendengar. Agar sampai pada keyakinan itu, dapat diupayakan dengan membaca takbir, tahmid, tasbih dan tahlil.
Ketiga, membangun sikap dan suasana yang khusyuk (saat berdoa tidak sambil melakukan sesuatu). Berkonsentrasi berarti pikiran dipusatkan pada memahami bacaan doa.

            Dengan ketiga langkah tersebut, doa akan menuntun batin untuk berkeyakinan penuh, bahwa doa yang dibacakan atas air putih akan menjadi sumber kesembuhan segala penyakit dan menjaga kesehatan tubuh sebagai modal untuk beribadah dan mencari rahmat Allah SWT.